Laporan Kegiatan
Laporan Webinar Kesehatan Online Kolaborasi KSM Onkologi, KSK Onkologi dan Instalasi Onkologi dalam Rangka World Cancer Day 2025
Kanker merupakan pertumbuhan sel-sel abnormal yang tidak terkendali yang berakibat
merusak sel dan jaringan tubuh lain. Pertumbuhaan yang tidak terkontrol ini, dapat
mengakibatkan kematian. Kanker dapat terjadi disetiap bagian tubuh. Bila kanker terjadi di
bagian permukaan tubuh, akan mudah diketahui dan diobati. Namun bila terjadi di dalam
tubuh, akan sulit diketahui dan kadang-kadang tidak memiliki gejala. Kalaupun timbul gejala,
menandakan bahwa sudah stadium lanjut sehingga sulit diobati (Iskandar, 2007).
Pada tahun 2020, kanker menjadi penyebab kematian bagi sekitar 9,9 juta jiwa. Global
Burden Of Cancer Study (globocan) juga mengungkapkan secara global kasus kanker sudah
mencapai 19,2 juta (Tuti S & Ade T. H, 2023). Di Indonesia tahun 2020, diketahui 230 ribu
kematian akibat penyakit kanker dan jumlah penderita baru di Indonesia mencapai 400.000
kasus sesuai data WHO yang dilaporkan oleh Badan Internasional untuk Penelitian
Kanker. Tingginya prevelensi kanker di Indonesia perlu diwaspadai dengan kewaspadaan
dan deteksi dini yang telah dilakukan oleh fasilitas layanan kesehatan. Kasus kanker yang
ditemukan pada stadium dini mendapat penangan yang cepat serta tepat akan memberikan
kemungkinan kesembuhan dan harapan hidup yang lebih lama. Oleh karena itu, penting
untuk melakukan pemeriksaan secara rutin dalam upaya pencegahan dan deteksi dini kanker
(Desi M. G, 2023).
Secara umum penatalaksanaan kanker meliputi pembedahan, kemoterapi, terapi
hormon, dan terapi radiasi (Kumar et al., 2005). Umumnya, hanya dengan terapi primer,
kualitas hidup penderita kanker bisa mencapai 90%. Meskipun begitu, beberapa penderita
akan mengeluhkan efek samping mulai dari mual-muntah, kerontokan rambut, nyeri, hingga
pembengkakan pada anggota tubuh. Hal ini tentunya menyebabkan ketidaknyamanan bagi
penderita. Tidak sedikit penderita yang mengalami putus terapi primer seperti kemoterapi
karena tidak ingin merasakan efek sampingnya.
Pada dasarnya selain terapi primer terdapat alternatif terapi lainnya yaitu terapi
komplementer. Terapi komplementer merupakan jenis pengobatan non-farmakologis atau
pengobatan penunjang yang dilakukan bersamaan dengan terapi farmakologis. Terapi
komplementer bisa membantu proses penyembuhan dan meningkatkan imunitas tubuh.
Kebutuhan pengobatan tidak hanya bersifat fisik, tapi juga kebutuhan psikologis dan sosial.
Kemoterapi bisa membuat stress dan cemas sehingga salah satu bentuk terapi
komplementer yang efektif untuk menjaga kondisi psikologis salah satunya yaitu manajemen
stress. Beberapa teknik untuk manajemen stress misalnya dengan teknik relaksasi nafas
dalam, aromaterapi, hypnosis, terapi musik, dan lain-lain. Selain hal-hal di atas, masih ada
terapi komplementer lainnya yang juga bermanfaat dalam mencegah dan mengurangi rasa
mual, muntah, nyeri, depresi, dan tentunya meningkatkan kualitas hidup penderita kanker.
Webinar 2 | P a g e
kesehatan online dengan tema “Mewujudkan kesejahteraan pada
kanker : pendekatan komplementer untuk meningkatkan kualitas hidup “
Berdasarkan uraian tersebut, penulis ingin menyelenggarakan pengembangan ilmu
khususnya bagi tenaga kesehatan dan masyarakat mengenai “Mewujudkan Kesejahteraan
Pasien Kanker : Pendekatan Komplementer Untuk Meningkatkan Kualitas Hidup” sebagai
judul webinar dalam update ilmu terbaru untuk tenaga kesehatan di bidang Onkologi dalam
melakukan perawatan pada pasien kanker untuk meningktakan kesejahteraan dan kualitas
hidup yang baik.
No other version available