Laporan Kegiatan
Laporan "Hands-On Workshop: Pencegahan Infeksi Aliran Darah pada Peripheral Line dan Central Line" di RSUP Dr. Kariadi Semarang 2025
Infeksi terkait penggunaan alat kesehatan (device-associated infections) merupakan tantangan besar dalam pelayanan kesehatan modern, khususnya di rumah sakit. Salah satu bentuk yang paling menonjol adalah infeksi aliran darah terkait kateter, baik yang berasal dari Peripheral Line Associated Bloodstream Infection (PLABSI) maupun Central Line Associated Bloodstream Infection (CLABSI). Kedua kondisi ini tidak hanya menimbulkan beban klinis yang serius bagi pasien, tetapi juga berdampak pada mutu pelayanan, keselamatan pasien, serta efisiensi biaya perawatan rumah sakit.
Peripheral line merupakan akses vaskular yang paling sering digunakan di rumah sakit, baik pada pasien akut maupun kronis. Meski dianggap prosedur sederhana, risiko infeksi tetap ada apabila teknik pemasangan maupun perawatan tidak dilakukan sesuai standar. Sementara itu, central line digunakan pada pasien dengan kebutuhan terapi jangka panjang, monitoring hemodinamik, atau pemberian obat-obatan tertentu. Namun, risiko infeksinya jauh lebih tinggi, terutama bila prinsip asepsis dan bundles care tidak dijalankan dengan baik.
Data global menunjukkan bahwa PLABSI dan CLABSI berkontribusi signifikan terhadap angka morbiditas dan mortalitas pasien di ruang perawatan intensif maupun non-intensif. Menurut CDC (2022), angka mortalitas akibat CLABSI dapat mencapai 25%, sementara penelitian lain menunjukkan bahwa PLABSI sering terabaikan dalam surveilans, padahal insidensinya cukup tinggi di ruang rawat biasa. Di Indonesia, hasil surveilans Komite PPI di berbagai rumah sakit menunjukkan bahwa infeksi aliran darah terkait kateter masih menjadi salah satu masalah utama yang harus ditangani secara serius.
Pencegahan PLABSI dan CLABSI sebenarnya dapat dilakukan dengan strategi sederhana namun konsisten, yaitu melalui kepatuhan terhadap prinsip hand hygiene, teknik aseptik, perawatan dressing yang tepat, evaluasi indikasi penggunaan kateter, serta implementasi bundle care. Sayangnya, berbagai audit menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan tenaga kesehatan terhadap standar tersebut masih belum optimal, sehingga risiko infeksi tetap tinggi. Salah satu faktor yang berkontribusi adalah kurangnya pelatihan praktis yang menekankan pada keterampilan teknis (hands-on skils) dalam perawatan vaskular.
No other version available